Monday, November 19, 2018

Tutorial Mengkonfigurasi web server di Debian 6

Mengkonfigurasi Web Server


Selamat datang dan membaca sobat sitier yang berbahagia hehe, semoga hari ini menjadi hari yang indah bagi jomblo dan yang unjomblo ya :v hehe. Pada kesempatan hari ini dan saat ini, admin mau sharing bagaimana caranya mengkonfigurasi web server di Debian 6 dengan mudah dan cepat(mudah-mudahan).

Tentang alur mengkonfigurasi web server di Debian 6 juga termasuk mudah dan cepat di mengerti bagi yang paham hehe. Tapi tenang saja untuk yang belum paham lah sebenarnya admin tujukan postingan artikel ini, karena admin niatnya memberikan atau berbagi sebuah ilmu yang pernah admin dapatkan dulu semasa hidup di dunia ini hehe.

Oke admin jelaskan sedikit tentang web server. Webserver adalah salah  satu kebutuhan yang digunakan sang user buat website yang mempunyai kapasitas penyimpanan yang akbar & pula akses yg cepat buat trafik yang akbar pada mencegah terjadinya down dalam suatu website atau aplikasi. Pada artikel kali ini mengajak sahabat-sahabat membahas seputar Server / Web server.

Jangan salah kaprah dulu ya sobat, disini admin mengajari sobat semua mengkonfigurasi Web server secara offline bukan online hehe. Karena di jurusan TKJ yang di ajarkan adalah secara offline dan jarang sekali di ajarkan secara online, karena mungkin saja kekurangan peralatan tentang jaringannya seperti WiFi router dan sebagainya.

Peralatan

Peralatan atau yang sering disebut sebagai tool untuk mengkonfigurasi web server juga termasuk atau tergolong mudah di dapat, kecuali ada beberapa alat yang mungkin saja sulit di dapat, coba cek saja alat-alatnya atau toolsnya di bawah ini:

1. Laptop, komputer atau PC bebas mau yang mana. Jika tidak ada ketiganya silahkan main ke warnet :v atau gak meminjam ke teman-teman sobat yang punya laptop dan komputer atau PC. Sobat memerlukan 2 unit laptop atau pun PC untuk menghubungkan ke-2 nya.

2. DVD OS Debian 6(karena disini admin menggunakan operating system Debian 6).

3. Flashdisk atau memori lainnya yang ada saja minimal kapasitasnya 2 GB atau 4 GB, kalo bisa cari yang lebih besar 32 GB hehe. Silahkan download foldernya Disini dan pindahkan ke flashdisk.

4. Kabel UTP bertipe Crossover.
Bagaimana mudah bukan bahannya? Nah jika sudah terkumpul semua silahkan sobat simak langkah-langkah mengkonfigurasi web server di OS Debian 6.

Langkah-langkahnya:

• Langkah yang pertama adalah silahkan sobat install operating system Debian 6 di PC atau laptop yang sudah sobat siapkan tadi. Jika belum tahu caranya silahkan simak di postingan artikel sebelumnya baca disini. Wajib install berbasis GUI ya sobat.

• Jika selesai menginstall OS tersebut langsung login saja ke Debian 6, dan cari tulisan application biasanya ada di pojok kiri atas. Klik tulisan tersebut dan cari  accessories dan pilih root terminal dan ketikkan password yang sobat buat untuk login Debian 6 tadi.

• Nah pada langkah ini silahkan konfigurasi IP address nya terlebih dahulu ya silahkan baca artikel sebelumnya baca di Sini.

• Langkah selanjutnya sobat lakukan konfigurasi 2 DNS server di Debian 6, baca juga di artikel sebelumnya baca di Sini.

• Oke jika semua langkah di atas sudah di konfigurasi silahkan ketik kan perintah berikut:
~ apt-get install apache2 php5 php5-mysql mysql-server phpmyadmin (enter).


~  jika disuruh untuk mengisi password maka isilah password tersebut dengan satu angka atau huruf saja misalnya angka 1 lalu tekan enter dan masukkan kembali password-nya 1 lalu enter lagi.pilih yang apache2(tekan spasi dan enter).Dan jika ada pilihan lagi yes atau no silahkan pilih no.




• Lalu buka browser dan ketikkan. Domain yang sudah sobat buat tadi lalu enter.


• Oke jika sudah melakukan proses instalasi diatasi langsung ketikkan perintah berikut:
~nano /var/www/info.php


Maka sobat akan melihat kotak kosong melompong tanpa ada apapun seperti hati admin yang masih jones ini 😂 hehe. Jika sudah ketikkan scriptnya di bawah ini:
"<?
phpinfo();
?>"
Tanpa tanda kutip ya sobat lalu tekan ctrl+x+y lalu enter. Tanpa spasi.


• Lanjut ketikkan perintah berikut ini:
~gedit /etc/phpmyadmin/apache.conf (enter).

Tekan ctrl+a lalu ctrl+c dan tekan ctrl+q.


• Ketikkan perintah berikut ini:
~gedit /etc/apache2/apache2.conf


Nah pada langkah ini silahkan scroll kebawah sampai paling bawah sampai sobat menemukan tanda garing (garis miring) "/" atau tulisan seperti ini: include sites enabled/ , tekan enter sebanyak 2 kali lalu tekan ctrl+v lalu ctrl+s dan tekan ctrl+q


• Silahkan sobat restart apache2 nya dengan perintah berikut ini:
~service apache2 restart atau dengan /etc/init.d/apache2 restart lalu tekan enter.

• Silahkan buka browser di klien atau bisa juga langsung di Debian 6 nya. Untuk menghubungkan 2 PC server-client silahkan baca di bawah nanti.

• Ketikkan domain yang sudah sobat buat tadi tapi di tambah dengan kata-kata phpmyadmin seperti contoh di bawah ini:
~angga.id/phpmyadmin lalu tekan enter.
Lalu login menggunakan username dan password yang sudah sobat buat tadi contoh:
Username: root (wajib root).
Password: 1


• Next buka terminalnya lagi lalu ketikkan perintah berikut ini:
~cd /home/anggaryan/Downloads
Catatan:
anggaryan diganti dengan nama Debian sobat tergantung sobat pas nginstall nya ya. Untuk nama Debian default atau bawaan adalah "Debian" silahkan ganti nama anggaryan menjadi Debian.

• Lanjut ketikkan perintah berikut ini:
~mkdir /var/www/wordpress (kita pake wordpress disini).
Nah pada langkah ini silahkan masukkan flashdisk yang sudah sobat siapkan tadi dan silahkan pindahkan folder atau file yang sudah sobat download tadi di atas "tools Debian conf" ke folder Downloads akan tetapi jangan copy folder tools Debian conf cukup copy file wordpressnya saja( ada di dalam folder tools Debian conf).

• Ketikan perintah berikut:
~cp word(tekan tab) /var/www/wordpress (tekan enter).
~cd /var/www/wordpress (enter).

• Untuk selanjutnya ketikkan perintah berikut ini:
~unzip word(tekan tab lalu enter).
~cp wp-conf(tekan tab) wp-config-sample.php (hapus kata -sample di wp-config-sample.php yang kedua atau akhir lalu tekan enter).
~nano wp-config.php


~scroll kebawah sampai menemukan kata-kata database,username dan password. Silahkan ganti seperti berikut:


~Database here di ganti dengan wordpress
~Username here diganti dengan root
~password here diganti dengan 1 atau password yang sobat buat tadi diatas.
Lalu tekan ctrl+x+y dan enter.

• Lanjut ketikkan perintah berikut ini:
~cd /etc/apache2/sites-available (enter).
~cp default wordpress
~nano wordpress
Tambahkan scriptnya di bawah ini:


~ServerAdmin angga.id atau bisa juga di biarkan default atau bawaan (jika ingin menambahkan domain silahkan isi dengan domain yang sudah buat tadi.)
~ServerName www.angga.id (domain yang sobat buat tadi.)
~ServerAlias angga.id (domain yang sudah sobat buat).
~Cari tulisan /var/www lalu tambahkan wordpress seperti berikut ini
/var/www/wordpress
~cari lagi tulisan /var/www tambahan yang sama seperti diatas akan tetapi tambahkan "/" tanpa tanda kutip. Contoh:
/var/www/wordpress/ lalu tekan ctrl+x+y lalu enter.

~a2dissite default (enter)
~a2ensite wordpress (enter).

• Lalu restart apache2 dengan perintah berikut ini:
~service apache2 restart (enter)

• silahkan buka browser kembali dan ketikkan seperti langkah diatas
~angga.id/phpmyadmin (enter, masukkan domain yang sudah sobat buat tadi)
~login dengan username root dan password 1 lalu enter


• Nah jika terdapat kolom kosong atau ada tulisan database silahkan isi dengan kata wordpress. Lalu tekan enter.


• Cek domain yang sudah sobat buat tadi di browser tinggal ketik saja domain sobat lalu tekan enter, dan lihatlah apakah sudah berhasil masuk ke proses instalasi wordpress atau belum.


• Jika belum ada silahkan cek konfigurasi nya.

• Untuk menghubungkan 2 PC ikuti langkah berikut ini:
~ cek PC klien lalu cari change adapter setting dan cari yang ethernet lalu klik kanan dan  pilih properties dan pilih atau klik kiri 2x pada ipv4.
~masukkan IP yang satu kelas dengan server misal:
IP address server:
192.168.2.16
Nah IP kliennya harus:
192.168.2.17 lalu tekan tab
~lalu isi DNS nya dengan IP server "192.168.2.16". Tekan OK dan cek di CMD dengan perintah ping (IP address server). Contoh:
ping 192.168.2.16 (jika TTL maka berhasil jika RTO matikan windows firewall nya).
~lalu buka browser dan ketikkan domain yang sudah buat. Selesai

Bagaimana mudah bukan sobat? Nah untuk yang masih bingung silahkan chat admin saja ya. Insyaallah admin balas chatya hehehe. Oke untuk postingan berikutnya admin insyaallah ingin berbagi tutorial Mengkonfigurasi FTP hingga ke proxy untuk memblokir situs tertentu.

Silahkan Berkomentar Sesuai dengan Topik Artikelnya
EmoticonEmoticon