Pengertian Atau penjelasan lengkap tentang satelit


Satelit merupakan benda yang mengorbit benda lain menggunakan periode revolusi dan rotasi tertentu.

SEJARAH

 Ada 2 jenis satelit yakni satelit alami dan satelit buatan. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan.

Satelit buatan manusia pertama merupakan Sputnik 1, diluncurkan sang Soviet pada lepas 4 Oktober 1957, dan memulai Program Sputnik Rusia, menggunakan Sergei Korolev sebagai ketua disain & Kerim Kerimov sebagai asistennya. Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa (space race) antara Soviet dan Amerika.

Sputnik 1 membantu mengidentifikasi kepadatan lapisan atas atmosfer menggunakan jalan mengukur perubahan orbitnya & menaruh data berdasarkan distribusi signal radio pada lapisan ionosphere. Lantaran badan satelit ini diisi dengan nitrogen bertekanan tinggi, Sputnik 1 pula memberi kesempatan pertama dalam pendeteksian meteorit, lantaran hilangnya tekanan pada disebabkan oleh penetrasi meteroid mampu ditinjau melalui data suhu yg dikirimkannya ke bumi.

Sputnik dua diluncurkan dalam lepas tiga November 1957 dan membawa awak makhluk hidup pertama ke pada orbit, seekor anjing bernama Laika.

Pada bulan Mei, 1946, Project Rand mengeluarkan desain preliminari buat experimen sarana angkasa buat mengedari dunia, yg menyatakan bahwa, "sebuah tunggangan satelit yg berisi instrumentasi yg tepat bisa diperlukan sebagai indera ilmu yang canggih buat abad ke duapuluh".

Amerika sudah memikirkan buat meluncurkan satelit pengorbit semenjak 1946 pada bawah Kantor Aeronotis angkatan Laut Amerika (Bureau of Aeronautics of the United States Navy). Project RAND milik Angkatan Udara Amerika akhirnya mengeluarkan laporan pada atas, tetapi tidak mengutarakan bahwa satelit mempunyai potensi sebagai senjata militer; tetapi, mereka menganggapnya menjadi indera ilmu, politik, & propaganda. Pada tahun 1954, Sekertari Pertahanan Amerika menyatakan, "Saya tidak mengetahui adanya satupun acara satelit Amerika."

Pada tanggal 29 Juli 1955, Gedung Putih mencanangkan bahwa Amerika Serikat akan mau meluncurkan satelit dalam musim semi 1958. Hal ini lalu diketahui menjadi Project Vanguard. Pada lepas 31 July, Soviets mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan satelit pada isu terkini gugur 1957.

Mengikuti tekanan menurut American Rocket Society (Masyarakat Roket America), the National Science Foundation (Yayasan Sains national), and the International Geophysical Year, interest angkatan bersenjata meningkat dan pada awal 1955 Angkatan Udara Amerika dan Angkatan Laut mengerjai Project Orbiter, yang menggunakan sarana Jupiter C buat meluncurkan satelit. Proyek ini berlangsung sukses, dan Explorer 1 menjadi satelit Amerika pertama dalam lepas 31 januari 1958.

Pada bulan Juni 1961, tiga setengah tahun selesainya meluncurnya Sputnik 1, Angkatan Udara Amerika memakai berbagai fasilitas berdasarkan Jaringan Mata Angkasa Amerika (the United States Space Surveillance Network) untuk mengkatalogkan sejumlah 115 satelit yang mengorbit bumi.

Satelit buatan insan terbesar pada saat ini yg mengorbit bumi merupakan Station Angkasa Interasional (International Space Station).

DESKRIPSI

Satelit merupakan sebuah benda pada angkasa yang berputar mengikuti rotasi bumi. Satelit dapat dibedakan dari bentuk dan keguaananya seperti: satelit cuaca, satelit komonikasi, satelit iptek dan satelit militer.

Untuk dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan bantuan roket. Negara -negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan belakangan Cina, telah mempunyai stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya.

Posisi satelit dalam orbitnya ada 3 macam, yaitu:

1. Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas bagian atas bumi.

2. Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan bumi.

3. Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas bagian atas bumi.

Seluruh konvoi satelit dipantau berdasarkan bumi atau yg lebih dikenal menggunakan stasiun pengendali. Cara kerja menurut satelit yaitu menggunakan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim menurut bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.

Komunikasi satelit pada dasarnya berfungsi sebagai repeater di langit. Satelit juga menggunakan transponder, yaitu sebuah indera buat memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.

Umumnya komunikasi satelit memakai banyak tranponders. Contohnya Intelsat VIII menggunkan 44 transponders bisa mengakomodir 22.500 telepon sirkuit & tiga channel TV, pada masa kini   ini sampai bisa mengakomodir komunikasi pada Asia dan Afrika.

Antena satelit sangat krusial peranannya dalam jaringan komunikasi satelit. Lantaran benda yang ini berfungsi menjadi penerima transimisi pada setiap tempat pada dunia. Sedangkan satellite spacing (penempatan satelit) digunakan supaya dalam melakukan transmisi lebih mudah berdasarkan kawasannya.

Sedangkan power system yang digunakan sang satelit diperoleh melalui sinar surya yg diubah ke bentuk listrik yg menggunakan Sel surya (Solar cells). Selain itu, satelit juga dilengkapi dengan sumber energi yg berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya supaya bisa beroperasi.

JENIS-JENIS SATELIT



Satelit astronomi merupakan satelit yg dipakai buat mengamati planet, galaksi, & objek angkasa lainnya yang jauh.

~Satelit komunikasi adalah satelit buatan yg dipasang di angkasa menggunakan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi memakai orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe modern menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.

~Satelit pengamat Bumi merupakan satelit yang dibuat spesifik buat mengamati Bumi berdasarkan orbit, seperti satelit reconnaissance namun ditujukan buat penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.

~Satelit navigasi adalah satelit yang memakai sinyal radio yang disalurkan ke penerima di bagian atas tanah buat menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yg sangat terkenal merupakan GPS milik Amerika Serikat selain itu ada jua Glonass milik Rusia. Jika pandangan antara satelit & penerima pada tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu loka menggunakan ketelitian beberapa meter dalam ketika konkret.

~Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang dipakai buat tujuan militer atau mata-mata.

~Satelit energi mentari  merupakan satelit yg diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro buat menyorotkan tenaga matahari kepada antena sangat akbar di Bumi yg dpaat digunakan buat menggantikan asal tenaga konvensional.

~Stasiun angkasa merupakan struktur buatan insan yg didesain sebagai tempat tinggal insan di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa primer atau fasilitas pendaratan; Dan kendaraan lain dipakai menjadi transportasi berdasarkan dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang buat hidup jangka-menengah pada orbit, buat periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.

~Satelit cuaca merupakan satelit yg diguanakan buat mengamati cuaca & iklim Bumi.

~Satelit miniatur merupakan satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibentuk untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit kecil (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (pada bawah 10 kg).

Satelit observasi

Satelit pengamat Bumi merupakan satelit yg dibuat khusus buat mengamati Bumi berdasarkan orbit, mirip dengan satelit mata-mata tetapi ditujukan buat penggunaan non-militer seperti pengawasan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.

Banyak jenis observasi bisa dibuat dari satelit, termasuk pengintai militer, pemetaan medan, fotografi astronomi, inspeksi internasional, pengamatan awan, & fotografi Bumi-berguna pada ilmu bumi.

Pengamatan bisa dilakukan menggunakan banyak sekali cara, menggunakan sensor yg beroperasi pada bagian yg berbeda berdasarkan spektrum elektromagnetik. Sensor pertama kali digunakan oleh insan merupakan mata telanjang. Berikutnya datang fotografi dengan kemampuannya buat merekam pada jumlah akbar bentuk permanen dari berita rinci. Kemudian disusul pengembangan radar pengintai, intersepsi elektronik, dan pengintaian inframerah.

Observatorium angkasa

Observatorium angkasa adalah segala indera yang berada pada luar angkasa yg digunakan buat mengamati planet, galaksi, & benda planet lainnya.


Teleskop Hubble adalah jenis Observatorium angkasa

Hubble's Pointing Control System
Beberapa observatorium sudah diluncurkan ke orbit, dan kebanyakan sudah memperluas pengetahuan kita mengenai kosmos. Pengamatan astronomi dari Bumi dibatasi sang pemfilteran & gangguan radiasi elektromagnetik lantaran atmosfer Bumi.

Oleh karenanya mengirim observatorium ke luar angkasa sangat dibutuhkan. Sebagaimana sebuah teleskop mengorbit Bumi pada luar atmosfer dia tidak kena oleh twinkling (distorsi lantaran turbulensi panas udara) atau polusi cahaya menurut asal cahaya buatan di Bumi. Beberapa teleskop landas bumi (misalnya Teleskop Keck I dan II, Very Large Telescope) bisa menghilangkan imbas turbulensi atmosfer menggunakan bantuan optik adaptifnya.

Astronomi berbasis-angkasa bahkan lebih penting buat menjangkau frekuensi yang berada pada luar ventilasi optik dan jendela radio, kedua rentang panjang gelombang dari spektrum elektromagnetik yang tidak berkurang sang atmosfer.

Contohnya, Pengamatan sinar-X hampir nir mungkin jika dilakukan berdasarkan Bumi, dan sudah mencapai tempat yg penting dalam astronomi hanya lantaran satelit orbit yg dilengkapi dengan teleskop sinar-X misalnya Observatorium Chandra.

Observatorium angkasa umumnya dibagi sebagai 2 kelas: misi memetakan seluruh langit, dan observatorium yang menciptakan pengamatan bagian tertentu berdasarkan langit.

Banyak observatorium angkasa sudah menuntaskan misinya, dan lainnya masih beroperasi. Satelit sudah diluncurkan oleh NASA, ESA dan Japan Aerospace Exploration Agency.

Satelit mata-mata

Aerial view of Osama bin Laden's compound in the Pakistani city of Abbottabad made by the CIA.

Satelit mata-mata KH-4B Corona
Satelit Pengintai (secara resmi diklaim satelit pemantau, Inggris: Reconnaissance satellite) adalah sebuah satelit pemantau Bumi atau satelit komunikasi yang digelar buat keperluan militer maupun intelejen.

Biasanya adalah teleskop bintang yg diarahkan ke Bumi dan bukan ke arah bintang. Generasi awal dari satelit ini merupakan Corona[1][2] & Zenit yang mekanismenya yaitu, mereka merogoh foto dari angkasa, kemudian melontarkan kaleng berisi negatif film ke bumi untuk diambil kemudian.

Satelit aktif dan pasif

Starshine 3 merupakan jenis satelit pasif
Satelit pasif merupakan satelit yg mencerminkan radiasi elektromagnetik yang diterimanya tanpa modifikasi atau amplifikasi. Satelit pasif nir dapat membentuk energi mereka tetapi hanya mencerminkan kekuatan yang diterimanya.

Satelit aktif merupakan satelit yg dapat mengirimkan daya disebut satelit aktif. Mereka dapat memperkuat atau memodifikasi sinyal yg diterima lalu buat transmisi.

Miniaturisasi satelit

Satelit miniatur atau satelit kecil merupakan satelit dengan massa dan berukuran rendah, umumnya di bawah 500 kg (£ 1100). Sementara semua satelit tadi bisa dianggap satelit kecil, penjabaran yang tidak sinkron dipakai buat mengkategorikan mereka menurut massa.

Salah satu alasan buat miniaturisasi satelit merupakan buat mengurangi porto: satelit yg lebih berat membutuhkan roket yg lebih besar  dengan daya dorong yg lebih besar yang juga mempunyai porto yang lebih besar . Sebaliknya, satelit yg lebih kecil dan lebih ringan membutuhkan tunggangan peluncuran yang lebih kecil & lebih murah & kadang-kadang bisa diluncurkan dalam kelipatan.

Klasifikasi Satelit miniatur:

1.Satelit kecil / Small satelit.
2.Microsatelit.
3.Nanosatelit.
4.Picosatelit.
5.Femtosatelit.

SATELIT ALTIMETER

Sebuah altimeter radar, altimeter elektronik, altimeter refleksi, altimeter radio (RADALT), radio altimeter kisaran rendah (LRRA) atau hanya RA merupakan sebuah alat ukur ketinggian di atas medan waktu ini di bawah pesawat atau pesawat ruang angkasa. Jenis altimeter menaruh jarak antara antena dan tanah eksklusif pada bawah, tidak selaras dengan altimeter barometric yang menyediakan jarak di atas datum ditetapkan, umumnya berarti bagian atas laut.

ORBIT SATELIT

Satelit merupakan benda langit yg tidak mempunyai sumber cahaya sendiri & berkecimpung mengelilingi planet tertentu sambil mengikuti planet tersebut beredar. Contohnya Bulan yang merupakan satelit berdasarkan Bumi.

Pergerakan satelit pada mengelilingi bumi secara umum mengikuti hukum Keppler (Pergerakan Keplerian) yg berdasarkan dalam beberapa asumsi yaitu pergerakan setelit hanya dipengaruhi sang medan gaya berat sentral bumi, satelit beranjak dalam bidang orbit yg tetap pada ruang, massa satelit nir berarti dibandingkan massa bumi, satelit beranjak pada ruang hampa, dan nir ada mentari , bulan, ataupun benda-benda langit lainnya yang mensugesti pergerakan satelit.

Orbit adalah jenis-jenis tempat beredarnya satelit mengelilingi bagian atas bumi. Dalam Konteks Geodesi satelit, kabar mengenai orbit satelit akan berperan pada beberapa hal yaitu:

1.Position Determination

Untuk menghitung koordinat satelit yang nantinya diperlukan menjadi koordinat titik tetap dalam perhitungan koordinat titik-tiitk lainnya pada atau dekat permukaan bumi.

2.Observation Planning

Untuk merencanakan pengamatan satelit (ketika dan lama   pengamatan yang optimal)

3.Receiver Aiding

Membantu meningkatkan kecepatan indera pengamat (Receiver) sinyal satelit buat menemukan satelit yg bersangkutan

4.Satellite Selection

Untuk memilih, kalau dibutuhkan, satelit-satelit yang secara geometrik “lebih baik” buat digunakan.

JENIS ORBIT

Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit menggunakan ketinggian berapa pun.

1. Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500 km pada atas bagian atas bumi.

2. Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.

3. Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.

4. Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas bagian atas Bumi.

5. Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): pada atas 36000 km.

6. Orbit berikut merupakan orbit khusus yang juga dipakai buat mengkategorikan satelit.

Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.
Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi & tinggi tertentu yg selalu melintas ekuator dalam jam lokal yg sama.
Orbit Polar, orbit satelit yg melintasi kutub.

PERBEDAAN ORBIT GEOSINKRON DENGAN ORBIT GEOSTASIONER

Orbit Geosinkron merupakan orbit suatu benda (umumnya satelit buatan) menggunakan bumi menjadi pusatnya, yang mempunyai perioda sama menggunakan rotasi bumi yaitu satu hari sideris atau 23,9344 jam. Secara geometri orbit ini mempunyai setengah sumbu utama (semimajor axis) yg panjangnya 42164.17 km. Satelit dengan orbit geosinkron akan berada pada atas suatu titik di muka bumi pada jam eksklusif. Selain menurut ketika tersebut satelit akan tampak bergeser nisbi terhadap titik itu. Jika satelit geosinkron memiliki bentuk orbit bundar paripurna dan mengorbit sebidang dengan garis katulistiwa maka dipandang berdasarkan bumi satelit itu akan tampak membisu, orbit yang demikian disebut orbit geostasioner.

Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yg berada sempurna di atas ekuator Bumi (0° lintang), menggunakan eksentrisitas orbital sama dengan nol. Dari bagian atas Bumi, objek yg berada pada orbit geostasioner akan tampak membisu (nir berkecimpung) pada angkasa karena perioda orbit objek tadi mengelilingi Bumi sama menggunakan perioda rotasi Bumi. Orbit ini sangat diminati oleh operator-operator satelit protesis (termasuk satelit komunikasi & televisi). Lantaran letaknya konstan dalam lintang 0°, lokasi satelit hanya dibedakan oleh letaknya pada bujur Bumi.

KECEPATAN ORBIT

Untuk satelit pada orbit bundar, hubungan antara kecepatan orbital & ketinggian ketat. Tugas roket peluncuran satelit merupakan buat melepaskan satelit dalam loka yg layak pada ruang angkasa, dengan kecepatan yang sesuai & arah gerakan buat memasukkannya ke pada orbit yg diinginkan.

Bagaimana satelit tetap di orbit dapat berpikir mengenai dua setara cara, baik yg mengungkapkan hubungan antara ketinggian satelit & kecepatan.

Gerak satelit dapat dilihat menjadi membentuk gaya sentrifugal yang menentang daya tarik gravitasi. Sebagai model, bayangkan melampirkan objek ke string dan berayun pada bundar. Tujuannya menarik keluar terhadap string, dan bahwa kekuatan luar (gaya sentrifugal) menjadi lebih besar  semakin cepat ayunan objek. Pada kecepatan yang tepat, gaya sentrifugal berdasarkan satelit lantaran gerak mengelilingi bumi hanya menyeimbangkan tarikan gravitasi, dan satelit permanen pada orbit.

Lantaran tarikan gravitasi tumbuh lebih lemah lebih lanjut satelit adalah berdasarkan bumi, gaya sentrifugal yang diharapkan buat menyeimbangkan gravitasi jua menurun dengan jeda dari Bumi. Semakin tinggi orbit satelit, semakin rendah kecepatan orbitnya.

Bergantian, satelit bisa dicermati sebagai terus jatuh menuju sentra bumi. Tetapi, karena satelit pula bergerak sejajar menggunakan permukaan bumi, bumi terus kurva jauh berdasarkan satelit. Dalam orbit melingkar, kecepatan satelit adalah persis apa yang diperlukan sebagai akibatnya terus jatuh tetapi terus jarak konstan dari Bumi. Kecepatan yang diperlukan tergantung pada ketinggian satelit karena geometri satelit Bumi & karena taraf di mana satelit jatuh ke bumi tergantung dalam kekuatan gravitasi pada ketinggiannya.

PERIODE ORBIT

Parameter kunci lain yg dipakai untuk menggambarkan satelit adalah saat yg diharapkan buat satelit untuk melakukan bepergian mengelilingi bumi sekali, yaitu, buat menyelesaikan satu orbit. Waktu ini dikenal menjadi periode orbit. Karena menjadi ketinggian orbit menaikkan satelit ke 2 beranjak lebih lambat & harus melakukan perjalanan jauh pada setiap orbit, periode meningkat dengan ketinggian orbit.

Untuk orbit ketinggian rendah (ketinggian beberapa ratus kilometer), periode adalah kurang lebih 90 mnt; pada ketinggian yg lebih tinggi, periode semakin tinggi. Sejak satu hari kira-kira 1.440 mnt, plot menampakan bahwa satelit pada ketinggian sekitar 36.000 kilometer mengorbit sekali sehari-pada tingkat yang sama bumi berputar. Orbit tadi dianggap geosynchronous.

Sebuah satelit ditempatkan pada orbit geosynchronous di atas khatulistiwa merupakan unik karenanya permanen pada atas titik yg sama di bumi. Orbit geostasioner tersebut memiliki kegunaan krusial atau penting.

LOKASI DAN ARAH PELUNCURAN SATELIT

Umumnya sebuah pelabuhan angkasa harus mempunyai luas yg relatif besar  supaya bila sebuah roket meledak beliau tidak akan membahayakan nyawa insan di kurang lebih lokasi peluncuran.

Lokasi yg lebih disukai umumnya terletak di dekat katulistiwa ke arah timur supaya dapat memanfaatkan kecepatan rotasi Bumi (465 m/s) secara maksimum, dan merupakan orientasi yg baik untuk menuju sebuah orbit geostasioner. Selain itu, hal ini mempertinggi rasio massa terhadap orbit. Untuk orbit-orbit kutub atau Molniya, aspek-aspek ini tidak berlaku. Untuk keselamatan, sebuah jalur peluncuran pada atas air atau tanah kosong sangatlah krusial atau penting.

JARINGAN TRANSMISI SATELIT



Satellite merupakan alat dalam orbit bumi yg spesifik buat mendapat atau menghantarkan data secara nirkabel (tanpa kabel). Berkomunikasi melalui frekuensi radio. Komunikasi satelit mirip menggunakan line-of-sight microwave (transmisi mengikuti garis lurus/LoS), hanya saja keliru satu stasiunnya, yaitu satelit, mengorbit pada atas bumi.

 Satelit berfungsi seperti antena dan repeater yg sangat tinggi. Sebagai repeater, berfungsi buat mendapat signal gelombang microwave menurut stasiun bumi, ditranslasikan frequensinya, lalu diperkuat buat dipancarkan balik  ke arah bumi sinkron dengan coveragenya yang merupakan lokasi stasiun bumi tujuan atau penerima.

Dalam komunikasi GEO ( adalah sistem komunikasi satelite yang paling banyak) posisi satelite merupakan kurang lebih 36.000 km di atas bumi. Satelit komunikasi merupakan stasiun Relay atau Repeater gelombang microwave yg diletakkan pada angkasa. Satelit ini menerima sinyal radio menggunakan bidang frekuensi eksklusif berdasarkan bumi selesainya diperkuat dan diubah ke bidang frekuensi yang tidak sinkron.

Satelit adalah suatu station relay. Satelit mendapat dalam satu frekuensi, memperkuat atau mengulang sinyal & transmit pd frekuensi lain. Memerlukan orbit geo-stationary, tinggi 35,784 km (William Stallings, Data and Computer Communications 7th Edition).

Transmisi data

Media transmisi data dengan memakai satellit merupakan sebuah interkoneksi komunikasi data menggunakan menggunakan satelit yang diletakan di luar muka bumi dengan ketinggian tertentu pada mana pembawa sinyalnya menggunakan frequensi tertentu yg dipancarkan menurut stasiun dimuka bumi dan dipantulkan sang satellite untuk diarahkan ke bagian atas bumi lainnya selama masih dalam coverage area satellite tersebut.

Untuk pelaksanaan komunikasi, satelit harus mengorbit atau mengelilingi bumi yg berotasi. Orbit yang dipakai adalah orbit Geosynchronous pada mana menggunakan menggunakan orbit ini sebuah satelit bisa menjangkau sepertiga bagian bumi dengan ketinggian 36.000 Km (22.300 Miles) menurut permukaan bumi, satelit yg mencapai ketinggian misalnya ini memiliki lintasan yg mengelilingi bumi selama 24 jam sehingga akan selalu tampak diam terhadap suatu titik di bagian atas bumi.

Satelit dengan memakai orbit ini sangat menguntungkan yaitu biaya  buat mengontrol satelit nisbi lebih rendah & hubungan tidak pernah putus. Satelit Intelsat dan Palapa merupakan beberapa contoh satelit yg menggunakan orbit Geosynchronus.

Cara kerja satelit

Cara kerja satelit secara system konvensional

Yaitu dengan mengirimkan sinyal dari computer dan direlai oleh satelit tanpa di lakukan pemprosesan pada satelit.

Kelemahan metode ini, computer yang ter-hubung langsung pada satelit harus bekerja selama 24 jam. Apabila jika satu computer dimatikan maka hubungan ke computer tersebut akan terputus. Keuntungannya satelit komunikasi konvensional bisa dipakai tanpa perlu dimodifikasi. Computer dalam satelit berfungsi buat menyimpan sementara in-perpaduan yg secara otomatis dapat dilakukan.

Cara kerja transmisi data melalui satelit
Pemanfaatan system komunikasi satelit telah menaruh kemampuan bagi insan buat berkomunikasi dan mendapatkan liputan dari banyak sekali penjuru dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya. Komponen dasar berdasarkan transmisi satelit adalah :

Stasiun bumi, digunakan buat mengirim & menerima data

Satelit, diklaim pula menggunakan transponderPC yg menggunakan jaringan internet dengan jaringan satelit dikatagorikan sebagai jaringan wireless dengan menggunakan gelombang mikro. Gelombang mikro ini akan ditransmisikan dan diproses sang stasiun satelit bumi yg lalu ditransmisikan ke satelit di angkasa luar, & selanjutnya akan dinerima balik  oleh stasiun sateit bumi tujuan.

Cara kerja transmisi data melalui satelit dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, yaitu satelit mendapat frekuwensi berdasarkan stasiun bumi (up-link) lalu memperkuat sinyal, mengubah frekuensi dan mentransmisikan pulang data ke stasiun bumi penerima yg lain (down-link). Dalam transmisi satelit ter-jadi penundaan atau delay lantaran sinyal harus berkecimpung menuju ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi, jeda ketika sekitar 0,lima sekon. Satelit menggunakan frek-uensi yg tidak selaras buat menerima dan mentransmisikan data. Jangkauan frekuensi satelit adalah:

4-6 giga hertz,disebut dengan C-band
12-14 giga hertz, disebut dengan Ku-Band
20 giga hertz.

Keunggulan media transmisi Satelit

Area coverage yg luas, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional juga dunia, bahkan bisa mencapai 1/2 dari permukaan bumi.

VSAT sanggup dipasang di mana saja selama masuk dalam jangkauan satelit.
Dapat Koneksi di mana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan nir terdapat perkara menggunakan jeda, karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi jadi tidak terhalang sang bangunan – bangunan/ letak geografis bumi.
Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik juga berdasarkan satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting.
Handal dan sanggup digunakan buat koneksi voice (PABX), video & data, menggunakan menyediakan bandwidth yg lebar menggunakan menyewa pada provider saja.

Apabila ke internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router.

Sangat baik buat daerah yang kepadatan penduduknya jarang & belum memiliki infrastuktur telekomunikasi.
Media transmisi satelite(VSAT) nir akan bertabrakan dengan VSAT yang lain karena mempunyai orbit masing – masing yang bersifat unik, jadi nir mungkin sama. Sedangkan pada wireless, bisa saja terjadi tabrakan frekuensi dengan pengguna wireless yang lain atau frekuensi di wilayah tadi telah penuh sehingga mengalami kesulitan.

Kelemahan media transmisi wireless

Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi lantaran delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link telah dikembangkan sehingga bisa mengatasi problem tadi. Di antaranya penggunaan Forward Error Correction yang mengklaim kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
Dalam hal keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka.

1. Harga relatif mahal lantaran harga alat-alat yang mahal.

2. Memakan loka, terutama buat piringannya/antenanya.

3. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik pada atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh ketika sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan sang jarak yg harus ditempuh sang data yaitu berdasarkan bumi ke satelit dan pulang ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer pada atas permukaan bumi.

Curah Hujan yg tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yg digunakan maka akan meningkat redaman lantaran curah hujan.
Untuk wilayah misalnya Indonesia menggunakan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yg dibutuhkan.

 Sedangkan untuk wilayah wilayah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan. Dan juga, media transmisi satelite rentan terhadap cuaca, debu meteor/ debu angkasa, dan keadaan cuaca lainnya.

Sun Outage, Sun outage adalah syarat yang terjadi pada ketika bumi – satelit – matahari berada pada satu garis lurus.

Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner dalam garis orbit

geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (pada ketinggian 36.000 Km) secara permanen & mengalami 2 kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage menyebabkan interferensi sesaat pada semua frekuwensi satelit, sebagai akibatnya satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik head-end/teleport juga ground-segment biasa.

Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali pada kalibrasi supaya permanen pada orbitnya.

Perbandingan media transmisi wireless dan satellite

Berdasarkan ulasan – ulasan tersebut, maka terlihat perbandingan media transmisi wireless & satellite. Kelemahan/kelebihan media transmisi wireless/satellite itu dipandang berdasarkan kebutuhan & keperluan pelanggan/suatu perusahaan tersebut, lalu ditinjau menurut sisi pembangunan jaringannya, tempat lokasinya (letak geografis), devicenya & sisi lainnya.

Media transmisi wireless lebih murah dibandingkan media transmisi satellite. Kebanyakan media transmisi wireless dipakai pada koneksi di loka umum dan terdapat juga cabang – cabang perusahaan.
Kebanyakan media transmisi satelite (VSAT) dipakai untuk koneksi dalam perusahaan besar.

Dilihat dari sisi latency, media transmisi satelite lebih tinggi latency-nya pada banding wireless.

Kemudian, satelite tidak memperhatikan jarak, jauhnya jarak tidak menghipnotis, sedangkan dalam wireless jarak mempengaruhi frekuensi transmisi data.
Pada wireless semakin tinggi gelombang radio maka meningkat bandwidth tetapi jarak semakin pendek.

Untuk lokasi, sangat tidak dimungkinkan memakai media transmisi wireless di kurang lebih bangunan atau gedung – gedung tinggi. Hal ini terkesan tidak efektif apabila menggunakan media transmisi wireless karena dapat terjadi nLoS ataupun NLoS.

Dilihat dari segi device yang dipakai. Pada satelite transmisi pribadi dari satelite, sedangkan media transmisi wireless tergantung device yang digunakan (access point, radio link,dll). Pada satelite menggunakan hub. Pada media transmisi wireless, menggunakan device access point (AP) untuk transmit data, sedangkan media transmisi satelite langsung transmit data menurut satelite (VSAT LINK), terdapat pula memakai hub. AP umumnya mempunyai wilayah cakupan sampai 100 meter, yg umumnya disebut cell atau range. Sehingga buat jangkauan (area coverage), media transmisi satelite dapat menjangkau lebih jauh dibanding media transmisi wireless. Kemudian, baik media transmisi wireless ataupun satelite mempunyai sistem kerja dengan frekuensi yg tidak selaras.

Tergantung dalam pelaksanaan, satelit dapat digunakan menggunakan desain jaringan darat yg tidak sama atau topologi jaringan. Pada sederhana, satelit bisa mendukung satu-arah atau menghubungkan dua-arah antara 2 stasiun bumi (masing-masing dianggap transmisi simplex & transmisi dupleks). Kebutuhan komunikasi yg lebih kompleks jua dapat pada atasi menggunakan lebih topologi jaringan yg sophisticated, misalnya bintang & mesh.

SUMBER DAYA SATELIT

Setiap satelit membutuhkan sumber daya power. Faktor-faktor yg perlu dipertimbangkan adalah porto, daya tahan, & efektivitas (jumlah daya yg dihasilkan). Satelit menghabiskan poly listrik. Penempatan power sumber daya dipasang pada pada atau di luar satelit.

Beberapa asal daya power yg mungkin buat satelit mencakup:

1. Panel matahari.
2. Baterai.
3. Daya nuklir.
4. Generator panas.

Generator termoelektrik radioisotop

Generator termoelektrik radioisotop atau radioisotope thermoelectric generator (RTG, RITEG) adalah sebuah generator listrik yang memakai sebuah array dari termokopel buat mengganti panas yang dilepaskan sang peluruhan bahan radioaktif yang cocok menjadi listrik sang dampak Seebeck.

RTGS telah dipakai sebagai sumber listrik di satelit, pesawat antariksa berawak & misalnya fasilitas remote menjadi serangkaian mercusuar Uni Soviet yg didirikan pada pada Lingkaran Arktik.

KENDARAAN PELUNCUR RUANG ANGKASA

Dalam penerbangan angkasa, kendaraan peluncur atau roket pembawa merupakan roket yang dipakai buat membawa muatan dari permukaan bumi ke luar angkasa.

Sebuah sistem peluncuran termasuk kendaraan peluncur, panggung stage peluncuran dan infrastruktur lainnya. Biasanya muatan payload merupakan buatan satelit yg ditempatkan ke orbit, namun beberapa spaceflights yg sub-orbital sementara yang lain memungkinkan pesawat ruang angkasa buat keluar berdasarkan orbit Bumi seluruhnya. Sebuah tunggangan peluncuran yg membawa muatan pada lintasan suborbital seringkali diklaim sounding roket.

Peluncuran tunggangan, kendaraan peluncur khususnya orbital, mempunyai minimal 2 termin, namun kadang-kadang hingga 4.
DONASI Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain https://www.siti-code.net/. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts

Comments

Post a Comment

covid-19 indonesia :

Positif
Sembuh
Meninggal