Friday, December 14, 2018

Pengertian Dan Sejarah SEO


Optimisasi mesin pencari atau Search Engine Optimization, biasa disingkat "SEO" adalah serangkaian proses yg dilakukan secara sistematis yg bertujuan guna mempertinggi volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan prosedur kerja atau algoritme mesin pencari tersebut.

 Tujuan berdasarkan SEO merupakan menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama output pencarian dari kata kunci eksklusif yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian mempunyai peluang lebih besar  buat mendapatkan pengunjung.

Dengan semakin berkembangnya pemanfaatan jaringan internet menjadi media usaha, kebutuhan atas SEO pula semakin meningkat. Berada pada posisi teratas hasil pencarian akan mempertinggi peluang sebuah perusahaan pemasaran berbasis web buat menerima pelanggan baru. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pihak buat memberikan jasa optimisasi mesin pencari bagi perusahaan-perusahaan yg mempunyai basis usaha pada internet.

SEJARAH

Menurut Danny Sullivan, kata search engine optimization pertama kali dipakai pada 26 Juli tahun 1997 sebuah pesan spam yang diposting pada Usenet. Pada masa itu algoritme mesin pencari belum terlalu kompleks sehingga gampang dimanipulasi.

Versi awal algoritme pencarian berdasarkan sepenuhnya pada kabar yang disediakan oleh webmaster melalui meta tag pada kode html situs web mereka. Meta tag menyediakan informasi tentang konten yang terkandung dalam suatu halaman web menggunakan serangkaian istilah kunci (keyword).

Sebagian webmaster melakukan manipulasi dengan cara menuliskan katakunci yang tidak sinkron menggunakan konten situs yg sesungguhnya, sebagai akibatnya mesin pencari keliru menempatkan dan memeringkat situs tersebut. Hal ini menyebabkan hasil pencarian menjadi tidak akurat & menyebabkan kerugian baik bagi mesin pencari juga bagi pengguna internet yg mengharapkan kabar yg relevan & berkualitas.

Larry Page & Sergey Brin, dua mahasiswa doktoral ilmu personal komputer  Universitas Stanford, berusaha mengatasi perseteruan tersebut dengan menciptakan Backrub, sebuah mesin pencari sederhana yg mengandalkan perhitungan matematika buat memeringkat halaman web. Algoritme tadi, yang dinamakan PageRank, adalah fungsi matematika yg kompleks berupa kombinasi antara perhitungan jumlah link yg mengarah pada suatu laman web dengan analisis atas kualitas masing-masing link tersebut.

Berdasarkan prinsip kerja PageRank, secara umum sanggup dikatakan bahwa laman web yang memperoleh peringkat tinggi adalah laman web yg poly pada-link oleh page web lain. Nilai PageRank juga akan meningkat bila halaman web yang menunjuk kepadanya pula mempunyai kualitas yang tinggi. Nilai sebuah link dari situs berkualitas tinggi misalnya Yahoo! Atau DMOZ bisa bernilai lebih tinggi daripada kombinasi nilai link berdasarkan seratus situs web berkualitas rendah.

Backrub hanyalah sebuah permulaan. Pada tahun 1998 Page & Brin mendirikan Google yang merupakan versi taraf lanjut dari Backrub. Dalam waktu yang singkat Google memperoleh reputasi dan kepercayaan dari publik pengguna internet karena berhasil menyajikan hasil pencarian yang berkualitas (tidak dimanipulasi), cepat, dan relevan. PageRank lantas menjadi standar baik bagi mesin pencari lain juga bagi webmaster yang berusaha agar situs webnya memperoleh nilai PageRank setinggi mungkin sebagai akibatnya menempati posisi tertinggi dalam output pencarian.

WEB MASTER DAN MESIN PENCARI

 Dari tahun 1997 perusahaan mesin pencari menyadari bahwa beberapa [webmaster] (pengelola website) melakukan segala hal agar bisa terindeks dalam urutan teratas output pencarian, termasuk dengan cara-cara yang manipulatif & ilegal. Infoseek, merupakan salah satu mesin pencari generasi pertama, melakukan perbaikan pada algortima mereka buat mencegah manipulasi menggunakan "meta tag" yg tidak relevan.

Bagaimanapun, dalam beberapa hal mesin pencari juga menyadari nilai ekonomi yg besar  berdasarkan peringkat output pencarian, dan mereka kadang-kadang mempunyai kepentingan terselubung menurut kegiatan perusahaan SEO. Beberapa perusahaan mesin pencari mengirim perwakilan atau sebagai tamu dalam event-event rutin yg diselenggarakan komunitas SEO.

Mesin pencari besar  misalnya seperti Google dan Yahoo! Menyediakan program & pedoman yg memungkinkan webmaster mengoptimalkan situsnya supaya terindeks menggunakan baik. Google menyediakan aplikasi Webmaster Tool (anda harus memiliki akun di Google guna melihat tool ini) dan memperkenalkan sitemap berbasis XML baku mereka.

Sedangkan Yahoo! Menyediakan sebuah program Site Explorer (juga wajib  login menggunakan akun pengguna Yahoo! Anda) yg memungkinkan webmaster mendaftarkan URL situs, mengecek jumlah laman web mereka yang telah terindeks pada data-base Yahoo!, dan melihat kabar link masuk. Namun demikian mesin pencari tidak mentolerir metode SEO yang manipulatif & menghalalkan segala cara.

LEGALITAS

Sistem PageRank, walau menerapkan algoritme yang kompleks, belakangan juga tidak lagi sepenuhnya bisa menghadapi trik dan manipulasi. Sejumlah webmaster dan praktisi SEO sudah menyebarkan beberapa metode yang memanfaatkan cara kerja PageRank supaya halaman web klien mereka berada pada peringkat pertama output pencarian.

 Google secara resmi telah melarang penggunaan beberapa teknik ilegal misalnya link farming, doorway pages, keyword stuffing, dan auto generated pages atau scraper pages. Situs atau layanan SEO yg permanen menggunakanannya terancam akan dihapus dari indeks pencarian.

Ancaman Google & mesin pencari lain bukan hanya gertakan. Beberapa perusahaan layanan SEO beserta klien mereka yg tidak mengindahkan larangan tersebut mendapat penalti yg berfokus lantaran perbuatan ilegal mereka. Pada tahun 2005, Matt Cutts menurut Google berkata bahwa URL sebuah firma SEO bernama Traffic Power bersama klien-klien mereka telah dihapus dari indeks Google karena memakai teknik SEO ilegal.

Kasus lain yg terkenal merupakan pada saat Google tepatnya pada Februari 2006 menghapus situs web perusahaan BMW & Ricoh Jerman menurut daftar lantaran terbukti menggunakan metode SEO yg manipulatif. BMW dan Ricoh dengan segera meminta maaf pada Google dan memperbaiki situs mereka. Google lalu memasukkan balik  situs web mereka ke pada indeks pencarian. Tetapi skandal tadi permanen meninggalkan gambaran buruk dan memalukan bagi ke 2 perusahaan tersebut.

Berdasarkan pedoman resmi mesin pencari, SEO bukanlah teknik ilegal sepanjang dilakukan dengan mengikuti etika dan anggaran yg ada. Hal tersebut buat mengklaim setiap situs web memperoleh kesempatan yang sama dalam pencarian, & pemeringkatan dilakukan dengan objektif, di mana yang paling berperan dalam menentukan peringkat suatu laman web adalah kualitas dan manfaatnya bagi pengguna internet.

TOKOH SEO YANG TERKENAL

Selain pendiri Google Larry Page & Sergey Brin, beberapa orang menjadi figur yang dihargai & pendapatnya dijadikan acuan seputar usaha mesin pencari dan SEO.

Danny Sullivan

Mantan wartawan LA Times yg mendirikan situs web Search Engine Watch yg aktif menyoroti perkembangan bisnis & teknologi mesin pencari. Kini beliau aktif menulis & membuat reportase pada Search Engine Land.

Matt Cutts

Programmer dan mantan pegawai NSA (National Security Agency) Amerika Serikat yang bergabung menggunakan Google dalam tahun 2001 & saat ini mengepalai tim penanggulangan spam Google. Selain menjadi karyawan Google, Matt Cutts adalah seseorang blogger terkemuka. Artikel-artikel pada blognya menjadi rujukan para praktisi SEO dari seluruh global, lantaran blognya acapkali sebagai sumber pertama setiap liputan mengenai perkembangan teknologi pencarian Google. Matt Cutts tak jarang dianggap sebagai juru bicara nir resmi Google.

Vannesa Fox

Mantan karyawati Google. Vannesa dikenal di kalangan webmaster sebagai konseptor dan programmer yg mengepalai proyek Google Webmaster Central.

STRATEGI SEO DAN TARGET PEMASARANNYA

Bisnis dan layanan SEO berkembang pesat seiring menggunakan pertumbuhan web, yg menyebabkan sebuah situs wajib  berusaha lebih keras supaya alamatnya lebih mudah ditemukan pengunjung di antara jutaan alamat situs lain berdasarkan seluruh global yang sebagai kompetitornya. Mesin pencari adalah pintu masuk primer, karena pengguna internet tidak lagi sanggup menghafalkan jutaan situs web, dan sebagai gantinya mereka mengandalkan hasil pencarian menurut Google, Yahoo!, Bing, dan mesin pencari lain.

Berada dalam posisi teratas atau setidaknya laman pertama hasil pencarian buat subjek tertentu menaruh laba ganda bagi perusahaan pemasaran via internet:

1.Peluang calon pelanggan mengunjungi situs web mereka menjadi lebih besar . Hal tersebut dapat berlanjut pada meningkatnya tingkat konversi menurut pengunjung biasa sebagai pembeli.

2.Berada pada peringkat pertama hasil pencarian menaruh citra dan reputasi yg baik bagi sebuah situs di mata pengunjung.

Mesin pencari dalam umumnya tidak mencari keuntungan secara eksklusif menurut hasil pencarian organik. Pendapatan bisnis mereka diperoleh berdasarkan iklan yg ditampilkan dalam bagian atas atau samping hasil pencarian organik tersebut. Perusahaan yang kurang berhasil menerapkan taktik SEO sehingga alamat situsnya tidak berada dalam posisi teratas pada hasil pencarian organik masih dapat memperoleh pengunjung menggunakan beriklan pada mesin pencari tadi.

Pada Google, pemasangan iklan dapat dilakukan melalui Google AdWords. Google AdWord menerapkan prosedur pay per click atau bayar per klik, ialah untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung, pemasang iklan akan dikenakan biaya atau bayaran yg besarnya tidak sama, tergantung pada proses lelang (bidding) katakunci yang dilakukan oleh pemasang iklan.

Silahkan Berkomentar Sesuai dengan Topik Artikelnya
EmoticonEmoticon