Saturday, December 15, 2018

Seberapa Hebat GPS? Berikut Penjelasan dan pengertian tentang GPS


Sistem Pemosisi Global (bahasa Inggris: Global Positioning System (GPS)) merupakan sistem guna menentukan letak pada permukaan bumi menggunakan bantuan penyelarasan (synchronization) frekuwensi satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan frekuwensi gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima pada permukaan, & digunakan buat memilih letak, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa menggunakan GPS diantaranya GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.

Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum merupakan bahwa NAVSTAR merupakan sebuah singkatan, ini merupakan galat, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS). Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini kurang lebih US$750 juta per tahun,[3] termasuk penggantian satelit usang, dan riset dan pengembangan.

GPS Tracker atau acapkali dianggap dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna digunakan untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun kendaraan beroda empat pada keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS buat memilih koordinat sebuah objek, kemudian menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.

CARA KERJA GPS



Sistem ini menggunakan sejumlah satelit yang berada di orbit bumi, yang memancarkan sinyalnya ke bumi dan ditangkap sang sebuah alat penerima. Ada 3 bagian krusial dari sistem ini, yaitu bagian kontrol, bagian angkasa, dan bagian pengguna.

Bagian kontrol

Seperti namanya, bagian ini digunakan untuk mengontrol. Setiap satelit bisa berada sedikit pada luar orbit, sehingga bagian ini melacak orbit satelit, lokasi, ketinggian, dan kecepatan. Sinyal-sinyal berdasarkan satelit diterima oleh bagian kontrol, dikoreksi, & dikirimkan pulang ke satelit. Koreksi data lokasi yg tepat menurut satelit ini diklaim dengan data ephemeris, yg nantinya akan pada kirimkan kepada alat navigasi kita.

Bagian angkasa

Bagian ini terdiri atas formasi satelit-satelit yang berada di orbit bumi, lebih kurangnya 12.000 mil diatas bagian atas bumi. Kumpulan satelit-satelit ini diatur sedemikian rupa sehingga indera navigasi setiap ketika bisa menerima paling sedikit frekuwensi berdasarkan empat butir satelit.

Sinyal satelit ini bisa melewati awan, kaca, atau plastik, namun tidak dapat melewati gedung atau gunung. Satelit mempunyai jam atom, & juga akan memancarkan sebuah informasi ‘waktu/jam’ ini. Data ini dipancarkan menggunakan kode ‘pseudo-secara acak’. Masing-masing satelit memiliki kodenya sendiri-sendiri. Nomor kode ini umumnya akan ditampilkan pada alat navigasi, maka kita bisa melakukan identifikasi frekuwensi satelit yg sedang diterima alat tersebut.

Data ini bermanfaat bagi indera navigasi buat mengukur jeda antara indera navigasi menggunakan satelit, yg akan digunakan buat mengukur koordinat lokasi. Kekuatan sinyal satelit pula akan membantu alat dalam penghitungan. Kekuatan frekuwensi ini lebih dipengaruhi sang lokasi satelit, sebuah indera akan mendapat frekuwensi lebih kuat berdasarkan satelit yang berada sempurna diatasnya (bayangkan lokasi satelit seperti posisi matahari saat jam 12 siang) dibandingkan dengan satelit yang berada di garis cakrawala (bayangkan lokasi satelit seperti posisi matahari terbenam/terbit).

Ada 2 jenis gelombang yang saat ini dipakai untuk indera navigasi berbasis satelit pada biasanya, yang pertama lebih dikenal menggunakan sebutan L1 pada 1575.42 MHz. Sinyal L1 ini yg akan diterima oleh alat navigasi. Satelit pula mengeluarkan gelombang L2 dalam frekuensi 1227.6 Mhz. Gelombang L2 ini digunakan buat tujuan militer dan bukan untuk generik.

Bagian Pengguna

Bagian ini terdiri atas indera navigasi yang digunakan. Satelit akan memancarkan data penanggalan & ephemeris yg akan diterima sang indera navigasi secara teratur. Data penanggalan berisikan asumsi lokasi (approximate location) satelit yg dipancarkan terus menerus oleh satelit. Data ephemeris dipancarkan oleh satelit, dan valid buat sekitar 4-6 jam. Untuk menampakan koordinat sebuah titik (2 dimensi), indera navigasi memerlukan paling sedikit sinyal dari 3 buah satelit. Untuk menampakan data ketinggian sebuah titik (3 dimensi), dibutuhkan tambahan frekuwensi berdasarkan 1 unit satelit lagi.

Dari sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh formasi satelit tersebut, alat navigasi akan melakukan perhitungan-perhitungan, & output akhirnya adalah koordinat posisi alat tersebut. Makin banyak jumlah sinyal satelit yang diterima oleh sebuah alat, akan menciptakan alat tersebut menghitung koordinat posisinya dengan lebih tepat.

AKURASI GPS



Akurasi atau ketepatan perlu menerima perhatian bagi penentuan koordinat sebuah titik/lokasi. Koordinat posisi ini akan selalu mempunyai 'faktor kesalahan', yang lebih dikenal dengan 'tingkat akurasi'. Misalnya, alat tersebut menampakan sebuah titik koordinat dengan akurasi 3 meter, artinya posisi sebenarnya bisa berada pada mana saja dalam radius tiga meter dari titik koordinat (lokasi) tersebut. Makin mini nomor akurasi (adalah akurasi makin tinggi), maka posisi alat akan menjadi semakin tepat. Harga indera pula akan meningkat seiring menggunakan kenaikan taraf akurasi yang bisa dicapainya.

Pada pemakaian sehari-hari, tingkat akurasi ini lebih sering dipengaruhi oleh faktor sekeliling yang mengurangi kekuatan sinyal satelit. Lantaran sinyal satelit tidak bisa menembus benda padat dengan baik, maka waktu memakai alat, penting sekali buat memperhatikan luas langit yang bisa ditinjau.

Ketika alat berada disebuah lembah yg pada (misal, akurasi 15 meter), maka tingkat akurasinya akan jauh lebih rendah daripada di padang rumput (misal, akurasi tiga meter). Di padang rumput atau puncak  gunung, jumlah satelit yg dapat dijangkau oleh alat akan jauh lebih banyak daripada berdasarkan sebuah lembah gunung. Jadi, jangan berharap bisa menggunakan alat navigasi ini pada dalam sebuah gua.

Karena alat navigasi ini bergantung penuh dalam satelit, maka frekuwensi satelit sebagai sangat penting. Alat navigasi berbasis satelit ini tidak bisa bekerja aporisma ketika ada gangguan pada sinyal satelit. Ada beberapa hal yg dapat mengurangi kekuatan sinyal satelit:

1.Kondisi geografis, misalnya yang diterangkan diatas. Selama kita masih bisa melihatl. langityang cukup luas, indera ini masih bisa berfungsi.

2.Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang bisa diterima.
Air. Jangan berharap bisa menggunakan indera ini waktu menyelam.
Kaca film kendaraan beroda empat, terutama yg mengandung metal.

3.Alat-alat elektronik yg bisa mengeluarkan gelombang elektromagnetik.

4.Gedung-gedung. Tidak hanya saat pada pada gedung, berada di antara dua buah gedung tinggi jua akan mengakibatkan efek misalnya berada pada dalam lembah.

5.Sinyal yg memantul, misal bila berada pada antara gedung-gedung tinggi, dapat mengacaukan perhitungan indera navigasi sebagai akibatnya alat navigasi dapat memperlihatkan posisi yg salah  atau tidak seksama.

Jumlah satelit beserta kekuatan sinyal yang dapat diakses oleh alat navigasi dapat di lihat pada layar alat tersebut. Hampir semua alat navigasi berbasis satelit dapat menampilkan data tentang satelit yang terhubung dengan alat, lokasi satelit, serta kekuatan sinyalnya.

ANTENA



Ada dua jenis antena bawaan alat navigasi yang paling sering dijumpai, yaitu jenis Patch dan Quad Helix. Jenis Patch, bentuknya gepeng sedangkan quad helix bentuknya seperti tabung. Tentunya keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Pada pemakaian sehari-hari, banyak sekali faktor yang memengaruhi fungsinya.

Alat navigasi yang memiliki antena patch, akan lebih baik penerimaan sinyalnya bila alat dipegang mendatar sejajar dengan bumi. Sedangkan alat yang memiliki antena Quad helix, akan lebih baik bila dipegang tegak lurus, bagian atas kearah langit. Untuk memastikan, periksalah spesifikasi antena alat navigasi.

Pada pemakaian sehari-hari, seringkali diperlukan antena eksternal, contohnya, pemakaian di dalam kendaraan roda empat. Ada beberapa jenis antena eksternal yang dapat dipilih. Perlu diingat bahwa tidak semua tipe alat navigasi mempunyai slot untuk antenna eksternal.

Antena eksternal aktif

Disebut aktif karena dilengkapi dengan Low Noise Amplifier (LNA), penguat sinyal, karena sinyal akan berkurang ketika meliwati kabel. Artinya, jenis ini memerlukan sumber listrik untuk melakukan fungsinya, yang biasanya diambil dari alat navigasi. Sehingga batere alat navigasi akan lebih cepat habis. Keuntungannya, dapat digunakan kabel lebih panjang dibandingkan tipe pasif.

Antena eksternal pasif

Karena tidak dilengkapi oleh penguat sinyal, maka batere tidak cepat habis. Tetapi kabel yang digunakan tidak dapat sepanjang tipe aktif.

Antena eksernal re-radiating

Jenis ini terdiri dari dua bagian, yang pertama menangkap sinyal satelit, yang kedua memancarkan sinyal. Karena sinyal dipancarkan, maka jenis ini tidak memerlukan hubungan kabel ke alat navigasi.

Alat navigasi akan menerima sinyal seperti biasa. Tentu saja jenis ini memerlukan sumber listrik tambahan, tetapi bukan dari alat navigasi yang dipakai. Bagi tipe alat navigasi yang tidak mempunyai slot untuk antena eksternal, jenis ini merupakan alternatif yang baik daripada harus memodifikasi alat navigasi.

Antena Combo

Antena jenis ini adalah penggabungan antara antenna untuk alat navigasi dan telpon genggam. Sumber listrik diperlukan untuk penggunaannya.

Koordinat yang ditampilkan oleh alat navigasi adalah koordinat posisi antena eksternal. Sehingga penempatan antena eksternal juga perlu diperhatikan.

PENGERTIAN DGPS



DGPS (Differential Global Positioning System) adalah sebuah sistem atau cara untuk meningkatkan GPS, dengan menggunakan stasiun darat, yang memancarkan koreksi lokasi. Dengan sistem ini, maka ketika alat navigasi menerima koreksi dan memasukkannya kedalam perhitungan, maka akurasi alat navigasi tersebut akan meningkat. Oleh karena menggunakan stasiun darat, maka sinyal tidak dapat mencakup area yang luas.

Walaupun mempunyai perbedaan dalam cara kerja, SBAS (Satelite Based Augmentation System) secara umum dapat dikatakan adalah DGPS yang menggunakan satelit. Cakupan areanya jauh lebih luas dibandingkan dengan DGPS yang memakai stasiun darat.

Ada beberapa SBAS yang selama ini dikenal, yaitu WAAS (Wide Area Augmentation System), EGNOS (European Geostationary Navigation Overlay Service), dan MSAS (Multi-functional Satellite Augmentation System). WAAS dikelola oleh Amerika Serikat, EGNOS oleh Uni Eropa, dan MSAS oleh Jepang.

Ketiga system ini saling kompatibel satu dengan lainnya, artinya alat navigasi yang dapat menggunakan salah satu sistem, akan dapat menggunakan kedua sistem lainnya juga. Pada saat ini hanya WAAS yang sudah operasional penuh dan dapat dinikmati oleh pengguna alat navigasi di dunia. Walaupun begitu, sebuah DGPS dengan stasiun darat yang berfungsi baik, dapat meningkatkan akurasi melebihi/sama dengan peningkatan yang dapat dicapai oleh SBAS.

Secara umum, bisa dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu “real time (langsung)” dan “Post processing (setelah kegiatan selesai)”. Maksud dari ‘real time’ adalah alat navigasi yang menggunakan sinyal SBAS ataupun DGPS secara langsung saat digunakan. Sedangkan ‘post processing’ maksudnya adalah data yang dikumpulkan oleh alat navigasi di proses ulang dengan menggunakan data dari stasiun darat DGPS. Ada banyak stasiun darat DGPS diseluruh dunia yang dapat kita pakai untuk hal ini, baik versi yang gratis maupun berbayar, bahkan kita dapat langsung menggunakannya melalui internet.

Walaupun DGPS ataupun SBAS dapat meningkatkan akurasi, tetapi dengan syarat sinyal yang dipancarkan berisikan koreksi untuk wilayah di mana kita menggunakan alat navigasi. Bila tidak berisikan koreksi data bagi wilayah tersebut, tidak akan terjadi peningkatan akurasi.

Istilah-istilah



Cold & Warm start

Pada lebih jelasnya spesifikasi indera navigasi, umumnya tertulis ketika yg diperlukan buat cold & warm start. Ketika alat navigasi dimatikan, alat tersebut masih menyimpan data-data satelit yg ‘terkunci’ sebelumnya. Salah satu data yg tersimpan merupakan data ephemeris, & data ini masih valid buat kurang lebih 4-6 jam (buat lebih mudah, gunakan acuan saat 4 jam saja).

Ketika dinyalakan kembali, maka alat navigasi tersebut akan mencari satelit dari data simpanan. Bila data yg tersimpan masih pada kurun ketika tersebut, maka datadata tadi masih sanggup dipakai oleh indera navigasi buat mengunci satelit, dan menyebabkan indera navigasi lebih cepat ‘mengunci’ satelit. Inilah yg dianggap “Warm start”.

Ketika data yang tersimpan sudah kedaluwarsa, artinya melebihi kurun saat diatas, maka indera navigasi tidak bisa memakainya. Sehingga indera navigasi harus memulai seluruh proses menurut awal, & mengakibatkan ketika yg dibutuhkan menjadi lebih lama   lagi. Inilah yg diklaim “Cold start”. Seluruh proses ini hanya berlangsung pada beberapa menit saja.

Waterproof IPX7

Standard ini dibentuk sang IEC (International Electrotechnical Commission), angka pertama menyebutkan testing ketahanan indera terhadap benda padat, & nomor  kedua mengungkapkan ketahanan terhadap benda cair (air). Jika alat hanya diuji terhadap galat satu kondisi (benda padat atau benda cair), maka huruf ‘X’ ditempatkan pada angka pertama atau ke 2.

IP X7 adalah: X menerangkan indera tadi nir diuji terhadap benda padat, sedangkan nomor  7 berarti bisa direndam pada air menggunakan kedalaman 15 cm – 1 meter (dalam situs garmin dibubuhi: selama 30 mnt).

RoHS version

Pada buku manual alat navigasi berbasis satelit, mungkin akan ditemukan spesifikasi ini. Ini adalah ketentuan yang dibuat sang Uni Eropa mengenai batasan penggunaan enam jenis bahan yg berbahaya dalam indera elektronik yg diproduksi selesainya 1 Juli 2006. RoHS adalah singkatan berdasarkan Restriction of use of certain Hazardous Substances.

Enam jenis bahan yang dibatasi adalah Cadmium (Cd), Air raksa/mercury (Hg), hexavalent chromium (Cr (VI)), polybrominated biphenyls (PBBs) and polybrominated diphenyl ethers (PBDEs) & timbal/lead (Pb). Semua jenis bahan ini bisa mengganggu kesehatan manusia, termasuk limbah indera elektronika yang kita gunakan.

Proposition 65

Ini merupakan sebuah ketentuan yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Kalifornia, Amerika Serikat. Ketentuan ini bertujuan buat melindungi penduduk kalifornia & sumber air minum dari pencemaran bahan berbahaya. Berdasarkan ketentuan ini, setiap pabrik harus mencantumkan peringatan dalam produknya, sebagai akibatnya pengguna dapat membuat keputusan buat melindungi dirinya sendiri.

Ada beberapa bahan yg dipercaya berbahaya, dan daftar ini bisa berubah seiring menggunakan waktu. Sebuah bahan yg dianggap berbahaya dapat dicabut menurut daftar apabila dikemudian hari ternyata terbukti tidak berbahaya.

Geocaching

Istilah ini berasal berdasarkan kata ‘Geo’ yg diambil dari geografi, dan ‘caching’ yang diambil berdasarkan kegiatan menyimpan/menyembunyikan sesuatu. Geocaching sebenarnya merupakan sebuah permainan buat menemukan ‘harta karun’ tersembunyi menggunakan menggunakan indera navigasi berbasis satelit.

Kegiatannya sederhana, pertama sembunyikan beberapa barang mini   (pen, pensil, dan lain lain) dalam beberapa loka yang terpisah, sedemikian rupa sehingga tidak gampang terlihat. Catat koordinat masing-masing loka tersebut. Lalu beberapa gerombolan  berusaha menemukan semua barang yang disembunyikan. Tentunya tidak akan terlalu mudah buat menemukannya, karena masing-masing indera mempunyai akurasi yg tidak sama.

Kegiatan ini dapat digabungkan menggunakan kegiatan lainnya, sebagai contoh, aktivitas membersihkan sampah pada taman, atau kegiatan outbound, & sebagainya. Beberapa situs pada internet mengelola permainan yang merogoh tempat diseluruh global.

DOP

Merupakan singkatan dari ‘Dillution of Precision’, berhubungan erat dengan lokasi satelit di angkasa. Nilai DOP dihasilkan dari perhitungan matematis, yang menerangkan ‘tingkat kepercayaan ’ perhitungan sebuah lokasi. Ketika satelit-satelit terletak berdekatan, maka nilai DOP akan semakin tinggi, yang mengakibatkan akurasi indera navigasi berbasis satelit menjadi berkurang. Ketika satelit-satelit terletak berjauhan, maka nilai DOP akan berkurang sebagai akibatnya alat navigasi menjadi lebih seksama.

Jika nilai DOP lebih mini   dari lima (ada yang mengatakan dibawah 4), maka akurasi yang akan dihasilkan cukup akurat. Ada beberapa nilai akan seringkali dijumpai, yaitu HDOP (Horizontal Dilution of Precision), VDOP (Vertical Dilution of Precision), & PDOP (Positional Dilution of Precision – posisi 3 dimensi).

Koordinat lokasi

Sebuah titik koordinat bisa ditampilkan dengan beberapa format. Masing-masing pengguna dapat mengatur format ini pada alat navigasi, program mapsource, ataupun acara personal komputer  lainnya. Format ini bisa diatur dari bagian setting dari masing-masing program/alat navigasi.

Ada beberapa format yang generik dipakai: hddd.Ddddd0 ; hddd0mm,mmm’ ; hddd0mm’ss.S” ; +ddd,ddddd0. Sehingga sebuah titik bisa ditunjukkan dengan beberapa cara, menjadi model: titik S6010.536’ E106049.614’ sama dengan titik S6.175600 E106.826910 sama menggunakan titik S6010’32.Dua” E106049’36.9” sama dengan -6.175600 106.826910. Bagian pertama merupakan koordinat Latitude, yg diikuti sang koordinat Longitude atau sering disingkat Lat/Long.

Metode Stay-Up

Metode Stay-Up adalah metode turunan atau adonan berdasarkan beberapa metode yang digunakan sebagai penyederhanaan pada penyelesaian perseteruan yg dihadapi programer.

Metode ini sangat cocok dipakai buat mencari suatu titik-titik koordinat dalam suatu lokasi buat basis pemrograman menggunakan komponen atau perangkat GPS & sebuah gadget, sebagai akibatnya didapat nilai jarak antara dua titik tersebut dan jika terdapat suatu objek berkiprah dalam satuan saat padanya bisa ditentukan kecepatan dan percepatannya. Metode gabungan tadi diadopsi dari metode Navigation darat & metode Two Stay Two Stray, sebagai akibatnya didapat deskripsi metode Stay-Up menjadi berikut:

1. Menunggu informasi data latitude1-2 & longtitude1-dua (dari-GPS).
2. Mengkodekan data (GPS).
3. Mencari selisih menurut kedua data (jeda).
4. Melakukan tundaan per-mnt (kecepatan).

Sehingga pada metode ini suatu sistem penunjuk jeda (gadget) bekerja secara pasif atau tidur tidak bergerak (Stay), yaitu hanya bisa beroperasi atau berkecimpung (Up) bila ada data yang dikirim sang suatu sumber dalam hal ini perangkat GPS ke anggota yakni gadget.

Sumber liputan (GPS) menaruh data-data berkode eksklusif (latitude-longtitude) yg selanjutnya diterjemahkan atau dikodekan oleh anggota (gadget) sebagai sebuah berita yang mudah dipahami dan dimengerti buat selanjutnya dipakai sebagai referensi penentu suatu hasil, yakni jeda & kecepatan.

PENGERTIAN POI TOURGUIDE



Yang dimaksudkan dengan istilah ini adalah penggabungan antara POI biasa dengan gambar, text, suara, dan alarm proximity. Ketika alat navigasi berbasis satelit memasuki jarak yangtelah diatur pada alarm proximity dari sebuah POI, maka alat navigasi berbasis satelit secara otomatis akan menampilkan foto beserta tulisan, dan mengeluarkan suara.

Kumpulan POI tourguide ditambah dengan rute yang sudah ditentukan dapat menjadi pemandu tur selama perjalanan. Tetapi bila peta yang digunakan berbeda, maka rute yang ditunjukkan oleh alat navigasi kemungkinan akan berbeda. POI tourguide hanya dapat dinikmati oleh pengguna alat navigasi berbasis satelit produk garmin tertentu, yaitu seri nuvi yang memiliki kemampuan MP3, Zumo,street pilot c550, c580, 2730, 2820, 7200, 7500.

Fungsi atau Kegunaan GPS



1. Militer

GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.

2.Navigasi

GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

3. Sistem Informasi Geografis

Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.

4. Sistem pelacakan kendaraan

Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bamtuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada di mana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.

5. Pemantau gempa

Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik

Sistem navigasi satelit lainnya yang sedang dikembangkan oleh negara lain adalah:

1.Galileo — Sistem yang sedang dikembangkan oleh Uni Eropa, dengan bantuan dari RRC, Israel, India, Moroko, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Ukraina.

2.GLONASS — Sistem milik Rusia yang sedang diperbaiki.

3.Indian Regional Navigational Satellite System (IRNSS) — Sistem yang dikembangkan India.

Peran GPS di bidang kesehatan



Peranan indera navigasi dalam global kesehatan warga  nir terlepas dari penggunaan GIS (Geographical Information System), atau kata biasanya merupakan pemetaan. Bila dipakai dalam bidang kesehatan, ke 2 hal ini berhubungan erat menggunakan sistem berita kesehatan dalam arti luas.

Penggunaannya pada dunia kesehatan masyarakat bertujuan buat membantu menaruh warta sebagai akibatnya para pengambil keputusan dapat melakukan tugasnya lebih gampang dan akurat. Pengambil keputusan disini nir selalu berarti struktur administratif kepemerintahan, tetapi pula dapat berarti grup rakyat dan individu. Jika pengambil keputusan nir menggunakan liputan yg diberikan, maka kegiatan ini hanyalah membuang saat, energi, & dana.

Saat ini, telah banyak pihak yang menggunakaan alat navigasi berbasis satelit & pemetaan dalam merencanakan, menetapkan, melaksanakan, & penilaian program – acara berbasis masyarakat. Yang paling sering memakai adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) baik internasional juga nasional, pada acara-program pengendalian bencana. Pemakaian dibidang kesehatan di Indonesia masih sangat sedikit sekali, dapat dikatakan hampir tidak terdapat.

Masalah terbesar merupakan biaya  dan sumber daya yang tersedia, sehingga sporadis sekali pihak yang tertarik buat mengembangkannya. Seandainya telah tersedia, pengetahuan tentang manfaat berita yg dihasilkan jua masih mencurigai. Pertanyaan yg perlu dijawab merupakan: Seberapa pentingkah manfaat yg dihasilkan? Pertanyaan ini menjadi sentral karena walaupun kabar menurut pemetaan tidak tersedia, seluruh kegiatan selama ini tetap dapat dilakukan.

Benar, tanpa informasi berdasarkan output pemetaan pun, program-program kesehatan rakyat bisa dilakukan. Tetapi, bagaimana dengan ‘waktu’ yg diharapkan untuk mencapai kondisi yang diinginkan? Dan apakah dapat lebih dipercepat apabila keputusan yang diambil lebih sempurna sasaran?.

Disinilah letak fungsi primer dari sistem informasi kesehatan, sistem ini seharusnya dapat menaruh liputan yang diperlukan, sehingga para pengambil keputusan dapat melakukan tugasnya menggunakan baik. Kesalahan yang sama nir perlu diulang lagi diwaktu yang akan datang. Sebagai contoh, endemi penyakit yg sama tidak diselesaikan dengan cara yg sama dari tahun ke tahun, sehingga akhirnya sebagai endemi rutin.

Pemetaan beserta penggunaan alat navigasi berbasis satelit adalah sebuah bagian dari holistik sistem keterangan kesehatan. Tanpa didukung sang bagian-bagian lainnya, maka manfaat yang didapatkan tidak akan aporisma. Lebih lanjut, apabila keputusan yang dibuat nir ada hubungannya dengan berita yg dihasilkan, maka fungsi sistem fakta menjadi hilang.

Jenis liputan yang bisa ditampilkan tergantung dalam data yang dimasukkan kedalam sistem pemetaan ini. Sistem pemetaan ini bisa memadukan data nomor  (berupa statistic, hasil informasi lapangan, laporan bulanan, & sebagainya) menurut sistem kabar kesehatan dengan peta visual. Sehingga bisa ditinjau secara makro juga mikro.

Sebagai model, dalam gambar disebelah kanan, terlihat gambaran tempat-tempat penyedia pelayanan pengobatan penyakit TBC di Negara Zambia pada tahun 2004 yg diambil menurut materi WHO (World Health Organization). Informasi yg akan ditampilkan akan menyerupai kabar ini, yg tidak akan mempunyai arti jika tidak disertai ‘cerita’ & diikuti dengan analisa. Misalnya, menurut peta ini bisa terlihat bahwa cakupan pelayanan belum dapat menjangkau semua area menggunakan merata. Informasi ini dapat digunakan oleh pengambil keputusan untuk memperbaiki kondisi tadi.

Cakupan pemetaan tidak harus dalam area yang luas, tetapi bisa digunakan untuk area yang kecil, misalnya sebuah desa. Peta dalam contoh diatas juga terdiri berdasarkan gabungan area-area yang lebih mini , yg bisa dipilih untuk ditampilkan dalam layar. Jenis berita visual seperti diatas tidaklah mutlak wajib  tersedia, lantaran analisa bisa dilakukan dengan memakai nomor -angka yg terdapat pada sistem liputan kesehatan.

Jadi, fungsi primer dari pemetaan diatas adalah buat memudahkan pengambil keputusan guna memperbaiki syarat yang ada. Dengan hadirnya liputan visual misalnya ini, maka pengguna dapat lebih mudah buat melihat situasi & syarat yang ada. Langkah selanjutnya tetap berada pada pengambil keputusan.

WHO sudah menyediakan program gratis buat keperluan pemetaan ini, yg nantinya akan dapat digunakan bersama menggunakan program informasi lapangan (pula gratis) mereka

Silahkan Berkomentar Sesuai dengan Topik Artikelnya
EmoticonEmoticon